Kamis, 21 Januari 2016

Manajemen Dismenorea


dysmenorrhea
ilustrasi – Manajemen Dismenorea
Menstruasi atau haid yang dialami oleh remaja adalah suatu karunia karena mendapat menstruasi pertama kali merupakan pertanda bahwa seorang remaja menuju kedewasaan, siap bereproduksi atau menghasilkan keturunan, tetapi seringkali pada saat menstrusi menimbulkan ketidaknyamanan, salah satunya yaitu nyeri haid atau dismenore.
Dismenore adalah nyeri kram atau tegang daerah perut mulai terjadi pada 24 jam sebelum terjadinya perdarahan haid dan dapat bertahan selama 24-36 jam meskipun beratnya hanya berlangsung selama 24 jam pertama. Kram tersebut terutama dirasakan di daerah perut bagian bawah tetapi dapat menjalar kepunggung atau permukaan dalam paha, yang terkadang menyebabkan penderita tidak berdaya dalam menahan nyerinya tersebut dan dismenore ini juga memaksa penderita untuk beristirahat dan meninggalkan pekerjaan atau cara hidupnya sehari-hari untuk beberapa jam atau hari. Bersamaan rasa nyeri dapat juga dijumpai rasa mual, muntah, sakit kepala, diare, dan sebagainya.
Kejadian Dismenorea
Kejadian kasus dismenorea cukup tinggi, hasil penelitian didapatkan angka 54,9% mengalami dismenorea, mulai dari yang ringan 24,25%, yang sedang 21,28% dan yang berat 9,36% ini berarti 1 diantara 10 remaja mengalami nyeri haid yang berat, di Amerika tercatat adanya nyeri haid mempengaruhi ekonomi dengan kehilangan 600 juta jam kerja dan kerugian 2 milyar dollar pertahun.
Di Indonesia, angka kejadian dismenore 64,25 %, terdiri dari 54,89 % dismenore primer dan 9,36 % dismenore Skunder. Selama 50 tahun terakhir tercatat 75% wanita mengalami nyeri haid. Dalam beberapa masa sebanyak 20-40% para wanita mengatasinya dengan bantuan medis atau farmakologi dan selebihnya dengan cara nonfarmakologi.


Jenis- jenis Dismenorea
Berdasarkan Timbulnya nyeri
1. Nyeri spasmodik
Terasa di bagian bawah perut dan berawal sebelum masa haid terasa di bagian bawah perut dan berawal sebelum masa haid atau segera setelah masa haid mulai. Banyak wanita terpaksa, harus berbaring karena terlalu menderita nyeri itu sehingga ia tidak dapat mengerjakan apapun. Ada di antara yang pingsan, merasa, sangat mual, bahkan ada yang benar-benar muntah. Dismenore spasmodik dapat diobati atau paling tidak dikurangi dengan lahirnya bayi pertama, walaupun banyak pula wanita yang tidak mengalami hal seperti itu.
2. Nyeri Kongestif
Penderita dismenore kongestif biasanya akan tahu sejak berhari-hari sebelumnya, bahwa masa haidnya akan segera tiba. Mengalami pegal, sakit pada bush darts, perut kembung tidak menentu, beha terasa terlalu ketat, sakit kepala, sakit punggung, pegal pada paha, merasa, lelah atau sulit dipahami, mudah tersinggung, kehilangan keseimbangan, menjadi ceroboh, terganggu tidur, atau muncul memar di paha dan lengan atas. Semua itu merupakan simptom pegal menyiksa yang berlangsung antara 2 dan 3 hari sampai kurang dari 2 minggu. Proses menstruasi mungkin tidak terlalu menimbulkan nyeri jika sudah berlangsung. Bahkan setelah hari pertama masa haid, orang yang menderita dismenore kongestif akan merasa lebih baik.

Berdasarkan Jenisnya
  • Dismenore primer
jika tidak ditemukan penyebab pasti yang mendasarinya biasanya terjadi sebelum mencapai usia 20 tahun yaitu usia remaja usia lebih muda, timbul setelah terjadinya siklus haid yang teratur, sering pada nulipara, nyeri sering terasa sebagai kejang uterus dan spesifik, nyeri timbul mendahului haid dan meningkat pada hari pertama atau kedua haid.
  • Dismenore sekunder
jika penyebabnya kelainan kandungan atau patologis, biasanya terjadi setelah 20 tahun. usia lebih tua, cenderung timbul setelah 2 tahun siklus haid teratur, tidak berhubungan dengan siklus, multipara, nyeri sering terasa terus menerus dan tumpul, nyeri dimulai dari haid dan meningkat bersamaan dengan keluarnya darah



Manajemen Dismenorea

1660 views
Penyebab Dismenorea
  1. Disminore primer yaitu faktor kejiwaan, faktor konstitusi, faktor obstruksi kanalis servikalis, faktor endokrin, dan faktor alergi. Remaja memiliki emosional yang labil, tanpa mendapat penerangan yang baik tentang proses haid maka mudah timbul dismenorea. Faktor konstitusi sangat erat hubungannnya dengan faktor kejiwaan, karena dapat juga menurunkan ketahanan terhadap rasa nyeri. Faktor obstruksi kanalis servikalis berhubungan dengan stenosis kanalis servikalis yang menjadi penyebab timbulnya dismenore. Faktor endokrin memilki hubungan tonus dan kontraktilitas otot usus. Faktor alergi memperhatikan adanya asosiasi antara dismenore dengan urtikaria, migraine atau asma bronkhiale.
  2. Dismenore sekunder disebabkan oleh kelainan ginekologik(endometriosis)atau penyakit peradangan rongga dalam daerah kemaluan

Dampak Dismenorea
Dampak yang terjadi jika dismenore tidak ditangani adalah terjadinya ketegangan mental dan fisik yang dapat menyulitkan aktivitas sehari-harinya. Dismenore merupakan salah satu penyebab utama bagi remaja dalam ketidakhadiran di sekolah, Selain itu menurut hasil penelitian dismenorea ini dapat menimbulkan rasa rendah diri bahkan ada rasa khawatir bila nanti saat menikah kemungkinan tidak mendapat keturunan



Manajemen Dismenorea
Manajemen Dismenorea pada pembahasan ini ditekankan pada bagaimana mengatasi dismenorea primer, yang bisa dilakukan sendiri dengan mudah dan aman dirumah dengan merujuk hasil penelitian pada 5 tahun terakhir, karena untuk dismenorea skunder sebaiknya melakukan pemeriksaan klinis yang lebih rinci kepada dokter ahli dibidangnya karena merupakan manifestasi dari adanya kelainan ginekologi yang perlu pengobatan khusus. Untuk dismenorea primer memang merupakan hal fisiologis tetapi kalau tidak dikelolah dengan baik bisa membuat penderita tidak berdaya dalam menahan nyerinya dan memaksa penderita untuk beristirahat dan meninggalkan pekerjaan atau cara hidupnya sehari-hari untuk beberapa jam atau hari, terutama jika terjadi pada remaja dapat mempengaruhi proses pembelajaran dan konsentrasi belajar yang nantinya berdampak terhadap motivasi belajar. Hal ini sesuai penelitian yang dilakukan oleh funsu andriana (2012) bahwa terdapat hubungan yang sangat bermakna antara dismenorea dengan motivasi belajar dan berdasarkan analisis determinasi diperoleh hasil bahwa dismenorea berpengaruh sebesar 57,1% terhadap motivasi belajar.
Berikut ini beberapa terapi herbal yang bisa dibuat dirumah dengan mudah dan aman pada saat dismenorea menyerang.
  1. Minum Jahe
Jahe (ginger) sama efektifnya dengan asam mefenamat dan ibuprofen untuk mengurangi nyeri pada wanita dengan nyeri haid atau dismenore primer, Selain bahannya mudah didapat, ramuan minuman jahe mudah dibuat. Jahe mengandung zat yang berhasiat menghilangkan rasa sakit dan mual saat menstruasi. Jahe merah adalah varian jahe yang sangat cocok untuk herbal yang memiliki kandungan minyak atsiri yang cukup tinggi. Kandungan kimia gingerol dalam jahe merah mampu memblokir prostaglandin sehingga dapat menurunkan nyeri pada saat menstruasi. Cara pembuatan minuman jahe adalah jahe seberat 10 mg dikupas, dicuci, kemudian dipotong-potong. Seluruh bahan direbus dengan 400 ml air sampai tersisa 200 ml. Air rebusan tersebut diminum 1 kali sehari pada hari pertama atau kedua haid, saat mengalami dismenore
  1. Minum Teh Kulit Manggis
Kulit manggis yang terkenal akan manfaatnya sebagai terapi herbal juga bisa digunakan untuk mengatasi nyeri dismenorea Kulit buah manggis menghasilkan warna merah keunguan dan sulit dibersihkan. Karena mengandung tannin, resin dan crystallizabe mangostine. Mangostine dapat menurunkan aktivitas enzim cyclooxygenase yang terlibat dalam nyeri. Caranya Buatlah seduhan teh manggis yang sudah banyak tersedia dipasaran seperti membuat teh pada umumnya kemudian tambahkan air panas sebanyak 50 cc dan sedikit gula kemudian minumlah dalam keadaan hangat-hangat kuku, 2 jam kemudian bisa dirasakan khasiatnya.
  1. Makan Coklat Hitam
Coklat hitam memiliki kandungan magnesuim dan asam lemak omega 3 dan 6 yang dikenal sebagai mood atau suasana hati agar tidak mudah marah. Kandungan yang ada pada coklat hitam berkhasiat sebagai anti nyeri. Pada cokelat hitam biasa, efek pereda nyeri menstruasi hanya akan maksimal bila dikonsumsi tanpa gula. Diluar negeri sudah ada yang namanya coklat khusus untuk menstruasi. Coklat itu ditambah ektrak buah bilberry dan chasteberry. Kedua bahan tersebut merupakan senyawa antinyeri berbahan herbal alami.
Demikian beberapa tips yang bisa dilakukan sendiri di rumah semoga bermanfaat.