ilustrasi – Manajemen Dismenorea
Menstruasi atau haid yang dialami oleh remaja adalah suatu
karunia karena mendapat menstruasi pertama kali merupakan pertanda bahwa
seorang remaja menuju kedewasaan, siap bereproduksi atau menghasilkan
keturunan, tetapi seringkali pada saat menstrusi menimbulkan ketidaknyamanan, salah satunya yaitu nyeri haid atau dismenore.
Dismenore
adalah nyeri kram atau tegang daerah perut mulai terjadi pada 24 jam
sebelum terjadinya perdarahan haid dan dapat bertahan selama 24-36 jam
meskipun beratnya hanya berlangsung selama 24 jam pertama. Kram tersebut
terutama dirasakan di daerah perut bagian bawah tetapi dapat menjalar
kepunggung atau permukaan dalam paha, yang terkadang menyebabkan
penderita tidak berdaya dalam menahan nyerinya tersebut dan
dismenore
ini juga memaksa penderita untuk beristirahat dan meninggalkan
pekerjaan atau cara hidupnya sehari-hari untuk beberapa jam atau hari.
Bersamaan rasa nyeri dapat juga dijumpai rasa mual, muntah, sakit
kepala, diare, dan sebagainya.
Kejadian Dismenorea
Kejadian kasus dismenorea cukup tinggi, hasil penelitian didapatkan
angka 54,9% mengalami dismenorea, mulai dari yang ringan 24,25%, yang
sedang 21,28% dan yang berat 9,36% ini berarti 1 diantara 10 remaja
mengalami nyeri haid yang berat, di Amerika tercatat adanya nyeri haid
mempengaruhi ekonomi dengan kehilangan 600 juta jam kerja dan kerugian 2
milyar dollar pertahun.
Di Indonesia, angka kejadian dismenore 64,25 %, terdiri dari 54,89 %
dismenore primer dan 9,36 % dismenore Skunder. Selama 50 tahun terakhir
tercatat 75% wanita mengalami nyeri haid. Dalam beberapa masa sebanyak
20-40% para wanita mengatasinya dengan bantuan medis atau farmakologi
dan selebihnya dengan cara nonfarmakologi.
Jenis- jenis Dismenorea
Berdasarkan Timbulnya nyeri
1. Nyeri spasmodik
Terasa di bagian bawah perut dan berawal sebelum masa haid terasa
di bagian bawah perut dan berawal sebelum masa haid atau segera setelah
masa haid mulai. Banyak wanita terpaksa, harus berbaring karena terlalu
menderita nyeri itu sehingga ia tidak dapat mengerjakan apapun. Ada di
antara yang pingsan, merasa, sangat mual, bahkan ada yang benar-benar
muntah. Dismenore spasmodik dapat diobati atau paling tidak dikurangi
dengan lahirnya bayi pertama, walaupun banyak pula wanita yang tidak
mengalami hal seperti itu.
2. Nyeri Kongestif
Penderita
dismenore kongestif biasanya akan tahu sejak berhari-hari sebelumnya,
bahwa masa haidnya akan segera tiba. Mengalami pegal, sakit pada bush
darts, perut kembung tidak menentu, beha terasa terlalu ketat, sakit
kepala, sakit punggung, pegal pada paha, merasa, lelah atau sulit
dipahami, mudah tersinggung, kehilangan keseimbangan, menjadi ceroboh,
terganggu tidur, atau muncul memar di paha dan lengan atas. Semua itu
merupakan simptom pegal menyiksa yang berlangsung antara 2 dan 3 hari
sampai kurang dari 2 minggu. Proses menstruasi mungkin tidak terlalu
menimbulkan nyeri jika sudah berlangsung. Bahkan setelah hari pertama
masa haid, orang yang menderita dismenore kongestif akan merasa lebih
baik.
Berdasarkan Jenisnya
jika tidak ditemukan penyebab pasti yang mendasarinya biasanya
terjadi sebelum mencapai usia 20 tahun yaitu usia remaja usia lebih
muda, timbul setelah terjadinya siklus haid yang teratur, sering pada
nulipara, nyeri sering terasa sebagai kejang uterus dan spesifik, nyeri
timbul mendahului haid dan meningkat pada hari pertama atau kedua haid.
jika penyebabnya kelainan kandungan atau patologis, biasanya terjadi
setelah 20 tahun. usia lebih tua, cenderung timbul setelah 2 tahun
siklus haid teratur, tidak berhubungan dengan siklus, multipara, nyeri
sering terasa terus menerus dan tumpul, nyeri dimulai dari haid dan
meningkat bersamaan dengan keluarnya darah
Manajemen Dismenorea
Penyebab Dismenorea
- Disminore primer yaitu faktor kejiwaan, faktor konstitusi, faktor
obstruksi kanalis servikalis, faktor endokrin, dan faktor alergi. Remaja
memiliki emosional yang labil, tanpa mendapat penerangan yang baik
tentang proses haid maka mudah timbul dismenorea. Faktor konstitusi
sangat erat hubungannnya dengan faktor kejiwaan, karena dapat juga
menurunkan ketahanan terhadap rasa nyeri. Faktor obstruksi kanalis
servikalis berhubungan dengan stenosis kanalis servikalis yang menjadi
penyebab timbulnya dismenore. Faktor endokrin memilki hubungan tonus dan
kontraktilitas otot usus. Faktor alergi memperhatikan adanya asosiasi
antara dismenore dengan urtikaria, migraine atau asma bronkhiale.
- Dismenore sekunder disebabkan oleh kelainan ginekologik(endometriosis)atau penyakit peradangan rongga dalam daerah kemaluan
Dampak Dismenorea
Dampak yang terjadi jika dismenore tidak ditangani adalah terjadinya
ketegangan mental dan fisik yang dapat menyulitkan aktivitas
sehari-harinya. Dismenore merupakan salah satu penyebab utama bagi
remaja dalam ketidakhadiran di sekolah, Selain itu menurut hasil
penelitian dismenorea ini dapat menimbulkan rasa rendah diri bahkan ada
rasa khawatir bila nanti saat menikah kemungkinan tidak mendapat
keturunan
Manajemen Dismenorea
Manajemen Dismenorea pada pembahasan ini ditekankan pada bagaimana
mengatasi dismenorea primer, yang bisa dilakukan sendiri dengan mudah
dan aman dirumah dengan merujuk hasil penelitian pada 5 tahun terakhir,
karena untuk dismenorea skunder sebaiknya melakukan pemeriksaan klinis
yang lebih rinci kepada dokter ahli dibidangnya karena merupakan
manifestasi dari adanya kelainan ginekologi yang perlu pengobatan
khusus. Untuk dismenorea primer memang merupakan hal fisiologis tetapi
kalau tidak dikelolah dengan baik bisa membuat penderita tidak berdaya
dalam menahan nyerinya dan
memaksa penderita untuk beristirahat dan
meninggalkan pekerjaan atau cara hidupnya sehari-hari untuk beberapa
jam atau hari, terutama jika terjadi pada remaja dapat mempengaruhi
proses pembelajaran dan konsentrasi belajar yang nantinya berdampak
terhadap motivasi belajar. Hal ini sesuai penelitian yang dilakukan oleh
funsu andriana (2012) bahwa terdapat hubungan yang sangat bermakna
antara dismenorea dengan motivasi belajar dan berdasarkan analisis
determinasi diperoleh hasil bahwa dismenorea berpengaruh sebesar 57,1%
terhadap motivasi belajar.
Berikut ini beberapa terapi herbal yang bisa dibuat dirumah dengan mudah dan aman pada saat dismenorea menyerang.
- Minum Jahe
Jahe (ginger) sama efektifnya dengan asam mefenamat dan ibuprofen
untuk mengurangi nyeri pada wanita dengan nyeri haid atau dismenore
primer, Selain bahannya mudah didapat, ramuan minuman jahe mudah dibuat.
Jahe mengandung zat yang berhasiat menghilangkan rasa sakit dan mual
saat menstruasi. Jahe merah adalah varian jahe yang sangat cocok untuk
herbal yang memiliki kandungan minyak atsiri yang cukup tinggi.
Kandungan kimia gingerol dalam jahe merah mampu memblokir prostaglandin
sehingga dapat menurunkan nyeri pada saat menstruasi. Cara pembuatan
minuman jahe adalah jahe seberat 10 mg dikupas, dicuci, kemudian
dipotong-potong. Seluruh bahan direbus dengan 400 ml air sampai tersisa
200 ml. Air rebusan tersebut diminum 1 kali sehari pada hari pertama
atau kedua haid, saat mengalami dismenore
- Minum Teh Kulit Manggis
Kulit manggis yang terkenal akan manfaatnya sebagai terapi herbal
juga bisa digunakan untuk mengatasi nyeri dismenorea Kulit buah manggis
menghasilkan warna merah keunguan dan sulit dibersihkan. Karena
mengandung
tannin, resin dan crystallizabe mangostine.
Mangostine dapat menurunkan aktivitas enzim
cyclooxygenase yang
terlibat dalam nyeri. Caranya Buatlah seduhan teh manggis yang sudah
banyak tersedia dipasaran seperti membuat teh pada umumnya kemudian
tambahkan air panas sebanyak 50 cc dan sedikit gula kemudian minumlah
dalam keadaan hangat-hangat kuku, 2 jam kemudian bisa dirasakan
khasiatnya.
- Makan Coklat Hitam
Coklat hitam memiliki kandungan magnesuim dan asam lemak omega 3 dan 6
yang dikenal sebagai mood atau suasana hati agar tidak mudah marah.
Kandungan yang ada pada coklat hitam berkhasiat sebagai anti nyeri
. Pada
cokelat hitam biasa, efek pereda nyeri menstruasi hanya akan maksimal
bila dikonsumsi tanpa gula. Diluar negeri sudah ada yang namanya coklat
khusus untuk menstruasi. Coklat itu ditambah ektrak buah bilberry dan
chasteberry. Kedua bahan tersebut merupakan senyawa antinyeri berbahan
herbal alami.
Demikian beberapa tips yang bisa dilakukan sendiri di rumah semoga bermanfaat.